Influenza A Naik di Indonesia: Gejala dan Cara Mencegahnya

Date:

Share post:

Proporsi hasil positif influenza di Indonesia meningkat pada minggu ke-36 pemantauan Kementerian Kesehatan. Hingga 19 September 2026, sebanyak 86 dari 185 spesimen yang diperiksa terdeteksi positif influenza, sehingga proporsinya mencapai 46 persen, naik dari 35 persen pada pekan sebelumnya.

Dari temuan tersebut, mayoritas merupakan influenza A, yakni 76 kasus A(H1N1)pdm09 dan delapan kasus A(H3N2). Dua spesimen lainnya menunjukkan influenza B Victoria. Meski persentase kasus positif bertambah, Kemenkes menyatakan aktivitas influenza secara keseluruhan masih berada pada kategori rendah. Situasi ini dinilai masih terkendali dan sesuai dengan pola musiman influenza di Indonesia.

Pemantauan mencakup fasilitas kesehatan di berbagai daerah

Surveilans dilakukan melalui 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan. Jaringan tersebut digunakan untuk memantau perkembangan kasus, karakteristik virus, serta tingkat keparahan penyakit.

Influenza A merupakan salah satu kelompok virus influenza yang menyerang saluran pernapasan. Dua subtipe yang terdeteksi dalam pemantauan terbaru adalah A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2). Kemenkes sebelumnya juga melaporkan keberadaan influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia. Virus tersebut ditemukan di sejumlah provinsi dan menjadi bagian dari perhatian dalam pemantauan influenza global. Influenza A(H3N2) juga diketahui menunjukkan peningkatan pada periode tertentu mengikuti pola musiman.

Gejala influenza biasanya muncul secara tiba-tiba. Keluhannya dapat berupa demam, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, sakit kepala, nyeri otot, serta kelelahan. Demam tidak selalu muncul pada setiap penderita, sehingga kombinasi gejala dan perkembangan kondisi tubuh tetap perlu diperhatikan.

Anak dan kelompok rentan perlu mendapat perhatian

Data surveilans pada minggu ke-36 menunjukkan kelompok usia 0 sampai 4 tahun menyumbang 42 persen dari kasus influenza yang terdeteksi. Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebut anak termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami influenza bergejala dan komplikasi, seperti pneumonia, memburuknya asma, miokarditis, dan ensefalopati.

Kelompok yang juga perlu lebih waspada meliputi lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit tertentu. Jika mengalami gejala, mereka dapat memeriksakan diri lebih awal ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Dokter dapat menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan maupun pengobatan antivirus.

Orang tua disarankan tidak membawa anak yang sedang sakit ke sekolah atau tempat ramai. Selain mendukung pemulihan, langkah tersebut membantu mengurangi risiko penularan kepada anak lain.

Langkah untuk mengurangi risiko penularan

Pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan. Masker dapat digunakan ketika sedang sakit atau berada di lingkungan ramai. Orang yang mengalami gejala influenza sebaiknya beristirahat di rumah dan membatasi kontak dekat dengan orang lain.

Vaksinasi influenza juga dapat menjadi salah satu upaya pencegahan, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi. Pemeriksaan medis diperlukan apabila gejala memburuk, berlangsung berkepanjangan, atau disertai tanda yang mengkhawatirkan.

Source link

Semua BErita

Sejarah Hari Pangan Sedunia 16 Oktober dan Tujuannya

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap 16 Oktober dengan perhatian yang semakin luas: bukan hanya soal tersedianya makanan, tetapi...

8 HP Android Kamera AI Terbaik untuk Konten Estetik

Kamera ponsel kini tidak hanya dinilai dari jumlah megapiksel. Bagi pembuat konten, kemampuan merekam video, stabilisasi, kualitas sensor,...

**Cara Membuat Combro Isi Oncom Tanpa Kelapa, Renyah dan Anti Lembek**

Combro dengan kulit singkong yang garing dan isian oncom yang gurih bergantung pada beberapa tahap penting, mulai dari...

**GERTAK Apresiasi KPK Ungkap Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB**

Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (GERTAK) meminta pengusutan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Badan Nasional Penanggulangan...