Perawatan kulit tubuh mulai bergerak melampaui rutinitas dasar berupa sabun mandi dan pelembap. Body serum menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian karena dirancang untuk membawa bahan aktif tertentu ke area tubuh yang mengalami persoalan kulit spesifik.
Perubahan ini muncul seiring meluasnya perhatian terhadap kondisi kulit di luar wajah. Dada, punggung, lengan, paha, hingga kaki juga dapat menghadapi masalah seperti jerawat, pori-pori tersumbat, hiperpigmentasi akibat paparan sinar matahari, kulit kering, garis halus, dan perubahan tekstur.
Kulit tubuh juga bisa mengalami masalah serupa
Masalah kulit pada tubuh tidak sepenuhnya berbeda dari yang terjadi pada wajah. Area dada dan punggung, misalnya, memiliki lebih banyak kelenjar minyak sehingga berpotensi mengalami breakout. Kondisi tersebut membuat kedua area itu menjadi bagian tubuh yang dapat membutuhkan perhatian lebih dalam rutinitas perawatan.
Lengan dan paha juga dapat mengalami penyumbatan pori. Sementara itu, bagian tubuh yang terpapar sinar matahari tanpa perlindungan berisiko mengalami perubahan warna. Informasi mengenai persoalan kulit tersebut dilansir Vogue, Jumat (2/10/2026).
Beragam kondisi itu turut mendorong berkembangnya pendekatan perawatan tubuh yang lebih terarah. Jika sebelumnya perawatan tubuh lebih banyak berfokus pada membersihkan kulit dan menjaga kelembapannya, kini bahan aktif yang selama ini lebih dikenal dalam skincare wajah mulai digunakan dalam produk untuk tubuh.
Body serum bukan tahapan wajib
Body serum memiliki tekstur yang cenderung lebih ringan dibandingkan krim tubuh. Produk ini diformulasikan untuk membawa bahan aktif tertentu sesuai dengan kebutuhan kulit. Karena itu, penggunaannya tidak semata-mata ditentukan oleh tren, melainkan oleh kondisi kulit tubuh yang ingin dirawat.
Kehadiran body serum juga tidak berarti setiap orang harus menambahkan banyak langkah ke dalam rutinitas harian. Perawatan kulit tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, termasuk persoalan yang muncul pada area tubuh tertentu.
Dengan fungsi tersebut, body serum lebih tepat dipandang sebagai produk tambahan untuk kondisi khusus, bukan tahapan yang wajib dimiliki semua orang. Seseorang dapat mempertimbangkan penggunaannya ketika membutuhkan perawatan yang lebih spesifik untuk masalah seperti jerawat tubuh, pori-pori tersumbat, perubahan warna, kulit kering, garis halus, atau tekstur kulit yang berubah.
Pendekatan ini menempatkan body serum sebagai bagian dari pilihan perawatan, bukan pengganti seluruh rutinitas dasar. Pembersihan tubuh dan penggunaan pelembap tetap menjadi bagian dari perawatan yang telah lebih dulu dilakukan, sedangkan body serum digunakan untuk menyesuaikan kebutuhan kulit pada area tertentu.

