LKPI melakukan riset opini publik mengenai persepsi masyarakat di Banyuasin, Sumatra Selatan, terhadap Pilkada yang akan berlangsung pada 28 Juli 2024-5 Agustus 2024. Hasil survei menunjukkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Slamet Somosentono-Alfi Rustam unggul dalam simulasi dengan pertanyaan tertutup yang dilakukan terhadap responden.
Pasangan Slamet Somosentono-Alfi Rustam mendapatkan tingkat keterpilihan sebesar 57,2%, sementara pasangan Askolani-Netta Indian hanya mendapat 33,1%. Penelitian juga menunjukkan tingkat popularitas dan akseptabilitas bakal calon, dimana Slamet Somosentono memiliki tingkat akseptabilitas yang lebih tinggi.
Dalam hal elektabilitas, pasangan Slamet Somosentono-Alfi Rustam juga unggul dengan 47,9% suara, sedangkan pasangan Askolani-Netta Indian mendapat 42,7%. Korelasi antara popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas bakal calon Bupati Banyuasin juga terungkap dalam survei ini.
Popularitas Askolani yang cukup tinggi didapati dari pemberitaan mengenai masalah rumah tangga yang disorot oleh masyarakat. Namun, tingkat penerimaan dan kesukaan masyarakat pada Askolani rendah akibat beberapa kasus yang melibatkan keluarga dan perilaku pribadinya.
Dari survei yang dilakukan terhadap 1000 responden, 75,7% penduduk Banyuasin menyatakan akan memberikan suaranya dalam pemilihan Bupati & Wakil Bupati. Para pengamat dan pemerhati KDRT juga memberikan tanggapan terhadap hasil survei LKPI, dimana kasus yang melibatkan Askolani dalam perlakuan KDRT dapat memengaruhi pilihan masyarakat pada Pilkada mendatang.
Dengan melihat rekam jejak digital dan kasus-kasus yang melibatkan Askolani, diperkirakan bahwa masyarakat Banyuasin cenderung tidak memilihnya sebagai bupati dalam Pilkada nanti. Faktor-faktor tersebut akan menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat dalam menentukan pilihan mereka pada pemilihan Bupati & Wakil Bupati di Kabupaten Banyuasin.

