Badan pengawas privasi di Hong Kong sedang menyelidiki serangan siber yang menimpa Louis Vuitton Hong Kong dan mengakibatkan bocornya informasi pribadi sekitar 419 ribu pelanggan di wilayah tersebut, seperti yang dilaporkan oleh SCMP. Kantor Komisioner Privasi untuk Data Pribadi Hong Kong mengkonfirmasi bahwa Louis Vuitton Hong Kong telah melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang setempat. Menurut informasi, perusahaan tersebut menemukan aktivitas mencurigakan dalam sistem komputernya pada 13 Juni 2025, yang dilaporkan pertama kali oleh kantor pusat perusahaan di Prancis. Data yang bocor mencakup informasi pribadi seperti nama, nomor paspor, tanggal lahir, alamat, email, nomor telepon, riwayat belanja, dan preferensi produk pelanggan tersebut. Badan pengawas privasi sedang menyelidiki apakah Louis Vuitton Hong Kong telah mematuhi prosedur yang ditetapkan dan apakah ada keterlambatan dalam memberikan pemberitahuan terkait insiden tersebut. Penyelidikan terus berlanjut untuk mengamankan data pribadi pelanggan dan mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

