Protes yang keras dilancarkan oleh serikat pilot Jeju Air terkait pengumuman dari ARAIB dan liputan media yang dianggap tidak objektif. Mereka menolak tudingan yang mencoba menyalahkan pilot atas kecelakaan tersebut. Serikat pekerja juga menyoroti investigasi yang dianggap mengabaikan faktor sistemik dan infrastruktur yang berkontribusi pada kejadian tragis tersebut, seperti keberadaan tanggul beton di bandara dan siapa yang bertanggung jawab atas penempatannya.
ARAIB berencana untuk melanjutkan investigasi dengan melibatkan masukan dari keluarga korban, mengadakan dengar pendapat publik, dan melakukan investigasi tambahan dengan kolaborasi bersama Badan Forensik Nasional. Mereka menargetkan laporan akhir akan dirilis pada Juni 2026.
Sebelumnya, investigasi kecelakaan pesawat Jeju Air menarik perhatian publik dengan meninggalnya Son Chang Wan, mantan kepala Korea Airports Corp. Son ditemukan meninggal di rumahnya ketika proses penyelidikan sedang berlangsung intensif. Situasi ini semakin menambah kompleksitas dari kasus kecelakaan pesawat yang tragis tersebut.

