Pada Festival Musikal Indonesia (FMI) di Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Komunitas Bumi Bajra memainkan lakon “Hyang Ratih: Ode untuk Bulan, Perempuan, dan Semesta” yang terinspirasi dari mitologi Bali. Kisah ini mengisahkan tentang Kala Rau, seorang raksasa yang berusaha mendapatkan tirta keabadian dengan menyamar sebagai dewa. Namun, usahanya terbongkar oleh Dewi Ratih dan para dewa, yang akhirnya membuatnya dipenggal kepala karena aksinya. Kala Rau yang tersisa hanya kepalanya kemudian berusaha membalas dendam dengan berusaha memakan bulan, yang menjadi mitos di balik gerhana bulan.
Meskipun persiapannya singkat, dengan hanya seminggu persiapan dan pelatihan intensif selama tiga hari, pementasan ini berhasil direalisasikan. Bumi Bajra menekankan bahwa pesan pertunjukan tidak harus disampaikan secara seragam, namun memberdayakan penonton untuk menafsirkan sendiri. Mereka berusaha untuk membuat karya terbaik dan membiarkan penonton menginterpretasikannya sesuai dengan pandangan mereka masing-masing.

