Bubur candil dan bubur biji salak sering dianggap serupa karena bentuk bola-bola kecil yang mirip. Namun, kedua makanan ini memiliki bahan dasar yang berbeda. Bubur candil biasanya terbuat dari tepung ketan, sedangkan bubur biji salak terbuat dari ubi jalar yang dicampur tepung tapioka.
Untuk menyimpan bubur candil, dapat disimpan di lemari es selama 1-2 hari. Saat ingin menghangatkannya kembali, tambahkan sedikit air atau santan, kemudian panaskan dengan api kecil sambil diaduk perlahan untuk menjaga tekstur dan mencegah santan pecah.
Agar candil tidak lengket, pastikan adonan tidak terlalu lembek saat dibentuk. Setelah dibentuk, taburkan sedikit tepung kering pada bola-bola candil agar tidak menempel satu sama lain. Saat merebus, pastikan air dalam keadaan mendidih dan jangan terlalu banyak candil yang direbus sekaligus.
Untuk versi bubur candil yang lebih sehat, kuah santan dapat diganti dengan susu rendah lemak atau susu nabati seperti susu almond. Meskipun mengubah profil rasa, penggantian ini akan tetap memberikan kelembutan pada bubur.
Penambahan air kapur sirih dalam adonan candil dapat membantu menghasilkan tekstur yang lebih kenyal dan tahan lama. Meskipun penggunaannya tidak wajib, tetapi dapat meningkatkan kualitas tekstur candil.

