Maskapai penerbangan telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah tertentu dalam menghadapi kenaikan harga bahan bakar. Beberapa maskapai, seperti Air France, Thai Airways, dan United Airlines, memutuskan untuk menyertakan biaya tambahan bahan bakar ke dalam tarif dasar mereka dengan kenaikan tarif sebesar 5-20 persen tergantung pada rute dan kelas layanan.
Kenaikan harga minyak dan kelangkaan pasokan menjadi perhatian utama bagi maskapai penerbangan selama blokade Selat Hormuz. Pasokan dari kilang di Kuwait, Arab Saudi, dan Abu Dhabi mengalami gangguan yang dapat mempengaruhi operasional maskapai penerbangan.
Meskipun Kenton Jarvis, CEO easyJet, menyatakan bahwa tidak ada kekhawatiran langsung tentang pasokan bahan bakar saat ini, ia juga mengakui bahwa situasinya bisa berubah jika konflik terus berlanjut. Jarvis mengungkapkan bahwa pemasok bahan bakar sekarang membicarakan cadangan secara mingguan daripada bulanan. Meskipun Jarvis yakin bahwa situasi akan tetap stabil dalam tiga minggu ke depan, ia juga mengakui bahwa tidak ada jaminan bahwa kekhawatiran tidak akan muncul pada pertengahan Mei.
Dengan kondisi geopolitik yang belum pasti, maskapai penerbangan terus memantau perkembangan di lapangan dan bersiap menghadapi ketidakpastian yang mungkin muncul pada masa mendatang.

