Pada tahun 2024, Meredith bersama Natalie Stingelin menemukan bahwa kombinasi karboksimetilselulosa dan asam sitrat, yang sering ditemukan dalam makanan sehari-hari seperti es krim, dapat menciptakan film yang dapat menghambat penetrasi uap air. Proses ini melibatkan reaksi asam sitrat dengan selulosa untuk membentuk ikatan silang yang mengurangi kemampuan film untuk menyerap kelembapan. Mereka kemudian menggabungkan penemuan ini dengan penelitian sebelumnya dengan mencetak campuran asam sitrat dan selulosa sebagai film mandiri. Meskipun film ini efektif dalam menghambat penetrasi kelembapan, namun masih kurang dalam hal menghalangi oksigen karena tidak ada nanomaterial selulosa kristalin tinggi yang terdapat pada film pertama yang mereka ciptakan. Melalui terobosan pada bulan Oktober 2025, tim peneliti berhasil menggabungkan semua inovasi tersebut untuk menciptakan film berbasis bio yang sangat efektif dalam menghalangi oksigen dan kelembapan. Film ini dapat diatur menjadi struktur padat yang tidak mudah bengkak ketika terkena uap air. Pengujian menunjukkan bahwa film ini bahkan dapat menandingi plastik kemasan konvensional pada tingkat kelembapan 80 persen.

