Kecemasan merupakan pengalaman universal yang dirasakan oleh banyak orang, namun Gen Z saat ini menghadapi tingkat tekanan mental yang lebih tinggi dari sebelumnya. Salah satu tren baru yang muncul adalah “anxiety bag” atau “tas kecemasan” yang memberikan solusi praktis bagi individu untuk mengatasi serangan panik dan kecemasan yang dialami. Tas kecemasan ini menjadi populer karena mampu memberikan rasa kontrol di saat-saat yang terasa sulit diatasi.
Sebuah kisah sukses dari Hannah Fowles menunjukkan betapa efektifnya tas kecemasan ini dalam membantu individu mengelola kondisi mentalnya. Fowles, seorang wanita berusia 22 tahun, mengalami serangan panik setelah hari yang melelahkan di tempat kerja. Dengan mengingat tas kecil yang telah disiapkannya bersama “terapisnya” yang ia temukan di TikTok, Fowles berhasil meredakan kecemasannya dengan menggunakan berbagai item yang ada di dalam tas seperti obat kecemasan, kompres dingin, kipas portabel, dan mainan gelisah berduri.
Dalam waktu 10 menit, Fowles berhasil menenangkan diri dan tidur nyenyak, menunjukkan bahwa “anxiety bag” memang efektif bagi dirinya. Meskipun terapi bicara dan obat-obatan juga membantu, dr. Kyra Bobinet, seorang ahli neurosains perilaku, menjelaskan bahwa teknik sederhana seperti mindfulness sulit diingat saat kondisi stimulasi berlebihan. Fenomena “anxiety bag” ini memberikan harapan bagi Gen Z dalam mengatasi tekanan mental yang mereka hadapi di era modern ini.

