Menyusun sebuah artikel dari informasi yang diberikan oleh Hello Magazine pada tanggal 11 Januari 2026, Gema Cabañero, seorang pendiri Anti-Aging and Advanced Aesthetic Clinic di Madrid, Spanyol, menjelaskan bahwa genetika memainkan peran penting dalam struktur kulit seseorang. Beberapa orang memiliki lingkaran hitam di bawah mata karena faktor genetik seperti kulit tipis di area tersebut atau tingginya konsentrasi pigmen. Meskipun demikian, gaya hidup juga memiliki pengaruh yang signifikan pada kondisi kulit. Kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan diet tidak sehat dapat memperburuk kondisi kulit dan membuat bayangan di bawah mata lebih terlihat.
Paparan sinar matahari tanpa perlindungan yang cukup juga merupakan pemicu utama dari masalah kulit. Sinar matahari dapat merangsang produksi melanin berlebihan yang menyebabkan hiperpigmentasi di sekitar mata. Oleh karena itu, para ahli sangat menyarankan penggunaan pelindung matahari untuk mencegah kerusakan kulit jangka panjang. Dengan melakukan perubahan pada kebiasaan harian, seseorang dapat menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan dan mengurangi risiko terjadinya noda gelap yang dapat mengganggu penampilan wajah secara signifikan.

