Donat ayam dapat menjadi pilihan camilan gurih dengan bahan yang relatif mudah ditemukan, seperti ayam giling, kentang, dan tepung roti. Bentuknya yang menyerupai donat membuat sajian ini berbeda dari olahan ayam biasa, sementara lapisan luarnya memberikan tekstur renyah saat digoreng. Kudapan ini bisa disajikan untuk menemani waktu santai di rumah maupun dikembangkan sebagai ide usaha kecil-kecilan.
Memilih Ayam dan Menjaga Tekstur Adonan
Bagian ayam yang digunakan turut menentukan hasil akhir donat. Paha ayam giling menghasilkan isian yang lebih juicy karena memiliki kandungan lemak lebih tinggi. Jika menginginkan hasil yang lebih ramping, gunakan dada ayam. Keduanya juga dapat dicampur agar tekstur dan rasa berada di antara dua karakter tersebut.
Untuk memperkuat aroma, adonan bisa diberi sedikit udang cincang. Namun, kunci utama tetap berada pada kepadatan adonan. Adonan yang cukup padat akan lebih mudah dibentuk dan tidak gampang hancur ketika dilapisi maupun digoreng. Jika masih terdapat sisa adonan, bahan tersebut dapat dialihkan menjadi perkedel jagung sehingga tidak terbuang.
Tips Menggoreng dan Menyimpan
Setelah dibentuk dan dibalut, donat ayam perlu digoreng dalam minyak yang sudah benar-benar panas. Minyak bersuhu rendah membuat donat menyerap lebih banyak minyak sebelum bagian luarnya membentuk kerak. Wajan yang terlalu penuh juga dapat menurunkan suhu minyak secara drastis.
Karena itu, goreng donat secara bertahap. Cara ini membantu menjaga panas minyak tetap stabil sehingga lapisan luar lebih cepat mengeras dan minyak tidak banyak meresap ke dalam adonan. Dua faktor yang paling menentukan hasilnya adalah adonan yang padat dan minyak yang panas.
Donat ayam juga dapat disiapkan sebagai stok. Donat yang sudah dibentuk dan dibalut bisa disimpan dalam wadah kedap udara di freezer. Saat hendak disajikan, donat dapat langsung digoreng tanpa perlu dicairkan terlebih dahulu. Sementara itu, donat yang telah matang dapat disimpan sekitar tiga sampai empat hari di kulkas dalam wadah tertutup.
Alternatif Tanpa Telur
Telur bukan bahan yang mutlak digunakan. Dalam adonan, telur berfungsi sebagai perekat. Jika ingin membuat donat ayam tanpa telur, gunakan tambahan kentang halus atau sedikit tepung tapioka agar adonan tetap menyatu.
Untuk bagian pelapis, donat dapat dicelupkan lebih dahulu ke adonan tepung terigu cair, kemudian dibalut dengan tepung roti. Teknik tersebut membantu tepung roti menempel tanpa bergantung pada telur.
Dengan pilihan bagian ayam, metode penyimpanan, dan alternatif bahan pengikat tersebut, donat ayam dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Bumbu serta saus cocol pun bisa dikreasikan menurut selera keluarga, selama adonan tetap kokoh dan proses penggorengan dilakukan menggunakan minyak yang cukup panas.

